Terima kasih TLM kami sudah dibantu

By jerrybrand,

Anastasia adalah seorang ibu dari 4 orang anak. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan pendidikan bagi anak – anaknya, Anastasia menjalankan usaha kue yang dijual dekat rumahnya sedangkan suaminya, Lambertus Yato (51) bekerja sebagai agen Koran dan tukang batu.

Anastasia dan suami telah bergabung dalam Program Pendidikan Yayasan TLM sejak tahun 2014. Saat ini Anastasia dalam tahapan ke 5 program pendidikan dengan pinjaman Rp 5,000,000. Total pinjaman yang telah diperoleh selama 5 tahapan sebesar Rp 21,000,000.

Pinjaman tersebut telah digunakan untuk membiayai pendidikan anaknya di Universitas. Anak pertamanya, Aprianus, (21) telah menyelesaikan kuliahnya di salah satu Universitas Swasta di Kupang dan sedang mencari pekerjaan, sedangkan anaknya yang ke dua, Zakharias, (19) masih di tahun pertama kuliah.

Disamping pinjaman, Anastasia juga mendapatkan pengetahuan melalui pelatihan yang diberikan oleh Yayasan TLM seperti Perdagangan Manusia dan Pentingnya Pendidikan bagi anak – anak.

Anastasia bersyukur dengan adanya Program Pendidikan yang diberikan oleh Yayasan TLM. Dengan Program ini impian Anastasia dan suami dapat tercapai dalam memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak – anaknya.

——

Margaritha Dano (62) terlahir dengan keterbatasan fisik, dia berjalan dengan bantuan tangannya. Walaupun dengan keterbatasan yang dimilikinya Margaritha mempunyai semangat untuk bekerja dan melakukan kegiatan sehari – hari. Margaritha telah mendapatkan bantuan modal usaha sebanyak dua tahapan dengan total modal sebesar Rp 5,000,000.

Margaritha Dano salah satu Penyandang Disabilitas

Sebelum bergabung dalam Program Disabilitas YTLM, Margaritha memiliki usaha kios yang menjual kebutuhan sehari – hari. Selain banyaknya persaingan disekitar tempat usahanya Margaritha juga tidak memiliki modal yang cukup untuk memenuhi usaha kiosnya dengan berbagai produk. Margaritha kemudian memutuskan untuk mengganti usahanya dengan beternak babi.

Margaritha bersyukur rencananya untuk beternak menjadi kenyataan saat seorang staf Yayasan TLM melakukan sosialisasi mengenai Program Disabilitas kepadanya dan orang – orang penyandang diasbilitas lainnya. Dengan usaha tersebut Margaritha dapat memperoleh penghasilan dari usahanya sendiri. Dengan penghasilan tersebut Margaritha dapat membantu suaminya, Barnabas (49) yang bekerja sebagai ojek.

Margaritha juga dibantu oleh anak sulungnya, Gomez (25) dalam memberi makan dan membersihkan kandang. Menurut Margaritha usaha ini lebih menguntungkan disbanding dengan usaha kios. Margaritha sudah berhasil menjual 6 ekor anak babi yang masing – masing dijual dengan harga Rp 800,000 – 1,000,000. Saat ini Margaritha masih memiliki 1 induk dan 3 ekor anak babi.

Selain itu, Margaritha juga mendapat kesempatan untuk terlibat dalam Diskusi Kelompok Fokus yang dilaksanakan di salah satu gereja. Dalam diskusi tersebut Margaritha dan sesama Disabilitas memperoleh pengetahuan bagaimana mereka harus meningkatkan percaya diri, terus memotivasi diri serta dapat hidup bermasyarakat.

Margaritha sangat bersyukur Yayasan TLM masih memberikan kesempatan kepada orang – orang seperti Margaritha agar dapat hidup mandiri.

Babi yang diperlihara oleh Margaritha Dano

  Tags:
  Comments: None