22 IBU RUMAH TANGGA DI BENLUTU-TTS OLAH JAHE JADI BUBUK SIAP SAJI

29 Jul, 2020

Sebanyak 22 ibu rumah tangga di Desa Benlutu, kecamatan Batu Putih, Kabupaten Timor Tengah Selatan mendapat pelatihan tentang pengolahan jahe menjadi bubuk jahe siap saji.

Pelatihan yang dihelat selama 4 hari (6-10/7/2020) tersebut bertempat di aula Kantor Desa Benlutu dan di fasilitasi oleh Yayasan TLM sebagai mitra Desa Benlutu dalam program pengembangan masyarakat khususnya pelatihan ketrampilan industry rumah tangga (Home Industry).

Hal ini disampaikan oleh staf pelatih Yayasan TLM, Fera Huwae yang bertindak sebagai fasilitator sekaligus pelatih dalam kegiatan tersebut.

proses pelatihan mulai dari penyampaian materi hingga praktek pengolahan jahe, ke-22 ibu rumah tangga tersebut sangat antusias dalam mengikuti pelatihan yang ia berikan.

“Ibu-ibu peserta pelatihan senang, setelah pelatihan mereka langsung bentuk dua kelompok usaha dan kita bersyukur mereka sudah produksi bubuk jahe dengan modal sendiri. Mereka sudah jual dan ternyata banyak peminat sehingga semua habis terjual dalam waktu singkat” Kata Fera menjelaskan.

Iapun menjelaskan maksud dan tujuan pelatihan tersebut selain memberikan ilmu dan ketrampilan tambahan bagi ibu-ibu rumah tangga di desa untuk dapat berwirausaha, juga sebagai upaya meningkat nilai jual hasil panen komoditi local di desa pada masa pasca-panen sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat desa.

Turut hadir serta membuka kegiatan pelatihan tersebut secara resmi, Camat Batu Putih Dr. Agustinus F.N. Malo mengapresiasi Yayasan TLM yang sudah terbukti memberikan pelatihan-pelatihan serta pendampingan yang efektif dan tepat sasaran kepada desa-desa khususnya desa Benlutu dalam wilayah kecamatannya.

“Yayasan TLM sebagai mitra kerja yang sangat baik karena sejauh ini sudah ada bukti di BUMDES Talenta Benlutu yang cukup maju, jadi kami pemerintah kecamatan Batu putih khususnya desa Benlutu patut kita syukuri kehadiran TLM disini” Kata Malo dalam sambutannya.

Ia-pun menghimbau kepada peserta pelatihan agar berpartisipasi aktif menangkap peluang yang ada untuk belajar sehingga selepas pelatihan dapat menghasilkan produk local yang berkualitas dan dapat bersaing di pasaran.

Lebih lanjut camat Malo berharap, pelatihan ini dapat menjadi motifasi awal bagi kaum perempuan di desa Benlutu untuk menanam jahe di pekarangan mereka serta dapat mengolahnya untuk mendukung program pencanangan kampung tangguh dalam hal ketahanan pangan serta upaya menghadapi wabah covid-19 yang sementara ada.

Salah satu peserta pelatihan, Finansia Aby Ketika dihubungi via telpon mengaku, pelatihan semacam ini baru pertama kali ada di desa mereka sehingga ia sangat bersyukur bisa belajar hal baru yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan pendapatan keluarga dengan memanfaatkan komoditi local yang ada di desa.

“Ini baru pertama kali ada tapi sudah ada hasil! Setelah pelatihan minggu lalu kami produksi 46 bungkus dari 5 kilo jahe, kami jual per bungkus Rp.30.000,- sehingga kami merasa ini sangat menguntungkan” Jelas Ibu yang akrab disapa Esy tersebut.

Iapun berharap pemerintah desa Benlutu dan Yayasan TLM dapat membantu mereka untuk pengurusan PIRT (Perizinan Produk Industri Rumah Tangga) sehingga label dan hak cipta mereka dipatenkan agar produk mereka dapat diterima di pasaran secara lebih luas.

“Peminat sangat banyak, apalagi pas masa covid-19 seperti ini bubuk jahe cocok untuk meningkatkan daya tahan tubuh, hanya kami belum ada ijin PIRT jadi kami berharap, desa dan TLM bisa bantu” Ungkap Esy.

Pelatihan ini terselenggara atas Kerjasama Yayasan TLM, Pemerintah kecamatan Batu Putih-TTS, Pemerintah Desa Benlutu serta menghadirkan Pihak keamanan desa seperti BABINKANTIPMAS/POLMAS sehingga tetap terkontrol dalam hal protocol Kesehatan dalam masa pandemic covid-19. *red_tlmfoundation.or.id

Be the first to write a comment.

Your feedback