Benlutu

Tentang

Desa Benlutu terletak di Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Timor Tengah Selatan, berdiri sejak Tahun 1969 dengan luas wilayah 29,4km2. Desa ini berbatasan langsung dengan Desa Hane disebelah selatan, Desa Biloto disebelah utara, Desa Tubuhue disebelah Timur dan dibelah barat berbatasan dengan Desa Boentuka. Jarak desa dari Soe Kabupaten TTS adalah ± 11 km.

Jumlah penduduk desa ini sebanyak 2,856 jiwa (Laki-laki: 1,432 jiwa & Perempuan: 1,424 jiwa) terdiri dari 558 Kepala Keluarga, yang terbagi dalam 3 dusun, 12 RW & 26 RT. Kepala desa Benlutu Sekarang adalah Bapak Obed Fallo, S.Sos, merupakan kepala desa ke-Lima sejak Desa Benlutu berdiri.

Nama desa Benlutu sendiri berasal dari bahasa Timor “Ben, artinya menebas/membersihkan rumput belukar” dan “Lut, artinya Sambung”, dimana di desa ini, pada Zaman dahulu terjadi perang suku antara Pemerintahan Raja Nabuasa di bagian selatan TTS Melawan Raja Mella di bagian Utara TTS.

Namun di Desa ini hadirlah masyarakat pendatang, Beunsila dan Abi dari Oekusi melakukan mediasi untuk mendamaikan kedua kerajaan dengan menebas atau membersihkan rumput belukar yang sangat tinggi di medan perang yang biasa dimanfaatkan oleh tantara dari kedua suku untuk bersembunyi disaat perang sehingga pada akhirnya di medan perang itulah terjadi perdamaian dengan perjanjian gencatan senjata dalam Bahasa tutur adat Timor “Na Lut nafani kenat, Na tap nafani suni” yang artinya “menyimpan kembali senjata dan parang pada tempatnya”.

Hingga saat ini 90% masyarakat desa ini adalah petani lahan kering dan petani hortikultura, 10% petani lahan basah dan beternak, menghasilkan jagung, padi dan sayur-mayur serta pangan lokal lainnya untuk di konsumsi atau dipasarkan di pasar lokal di Pasar Inpres Soe-TTS atau Kupang.

Kebun Produktif

Sejak Januari 2019, Yayasan TLM-GMIT sebagai salah satu lembaga pemberdayaan masayarakat yang memiliki program peningkatan ekonomi masyarakat, melalui stafnya melakukan survey di desa-desa yang akan dijadikan desa binaan.

Dari hasil survey dan kesepakatan dengan Aparat desa dan masyarakat setempat, memutuskan untuk menjadikan Desa Benlutu sebagai salah satu desa binaan melalui program-program seperti; kebun produktif, dampingan teknis proyek air, pendampingan penerapan undang-undang desa No. 6 Tahun 2014 dan pendirian BUMDES.

Fasilitator desa YTLM, saat ini bersama pemerintah desa melakukan pembentukan kelompok tani, survey lahan yang tidak produktif untuk diolah menjadi kebun produktif. Kepala desa dan masyarakat bersepakat menunjuk lahan seluas 105 are (1,05ha) untuk diolah oleh kelompok tani Nekmese II dengan anggota 10 KK.

Rencana pembersihan lahan akan dilakukan pada bulan Maret 2019 mendatang setelah musim panen. Kebun ini direncanakan akan ditanami dengan berbagai tanaman hortikultura dengan menggunakan system bercocok tanam secara oraganik. (tanpa pupuk kimia) sehingga bernilai jual yang tinggi dan sehat untuk dikonsumsi.

Di kebun inipun pemerintah desa berencana untuk menerapkan teknologi irigasi tetes sehingga lebih efisien dalam mengairi tanaman dan lebih menghemat air. Jarak kebun dengan sumber mata airpun cukup jauh sehingga pemerintah desa bekerjasama dengan Yayasan TLM untuk membantu memfasilitasi dengan pemasangan pompa hidram.

Proyek Air Di Desa Benlutu

Desa Benlutu merupakan salah satu desa di Kabupaten TTS dengan sumber mata air terbanyak, yakni 8 titik mata air yang memiliki debit air cukup untuk mengairi sawah di desa Benlutu yang terletak di hilir sungai. Ironisnya warga desa ini masih kekurangan air besih dan seringkali membeli air pada musim panas.

Ini disebabkan karena semua mata air tersebut (8 mata air), terletak di lereng gunung di bawah dataran rendah sehingga membutuhkan teknologi tepat guna untuk dapat memompa air ke lokasi kebun produktif juga pemukiman warga yang letaknya jauh lebih tinggi.

Menurut apparat desa Benlutu, sudah beberapa kali mereka mencoba menggunakan teknologi solar cel namun kurangnya SDM sehingga fasilitas-fasilitas yang dibangun menjadi mubazir.

Pada akhir tahun 2018, Pemerintah Desa Benlutu membangun kerjasama dengan Yayasan TLM untuk didampingi membuat perencanaan pengelolaan sumber air, teknology apa yang lebih efisien untuk diterapkan.

Dari hasil survey staf teknis proyek air Yayasan TLM maka Bersama pemerintah desa Benlutu berencana menerapkan teknologi Hydraulic Ram (Pompa Hydram) sehingga dapat menekan biaya pemasangan dan mudah untuk diterapkan.

Saat ini Yayasan TLM sedang menempatkan salah seorang staf tekniknya untuk membantu merencanakan, mendesain serta menerapkan teknology hidram tersebut dengan melakukan tahapan-tahapan instalasi dari pembuatan RAB, survey, pengukuran, pembelian bahan dan alat serta pemasangan yang rencananya akan selesai rampung di bulan Maret 2019.

Pelatihan aparat dan masyarakat tentang membangun desa sesuai dengan UU Desa No 6 Tahun 2014.

Selain proyek air dan kebun produktif, di Desa Benlutu ini, Yayasan TLM juga mengirim staf pelatih untuk melakukan pendampingan/pelatihan aparat dan masyarakat tentang implementasi UU Desa No 6 Tahun 2014.

Program ini meliputi beberapa kegiatan seperti ;

  1. Pendampingan apparat desa dalam pembuatan RKPDes dan RPJMDes
  2. Pendampingan aparat desa dalam penetapan Perdes Kewenangan
  3. Pendampingan aparat desa dan masyarakat dalam pembuatan ADART pendirian BUMDES.

Program ini sudah dilakukan sejak Januari 2019 dan akan terus dilakukan secara intensif sehingga penerapan undang-undang desa No. 6 Tahun 2014 dapat terlaksana secara baik.