Kolobolon

Kolobolon, sebuah desa di pulau Rote Ndao menjadi Desa binaan TLM sejak Tahun 2015 dengan program andalan : Proyek air, Kebun produktif dan Pelatihan aparat dan masyarakat tentang membangun desa sesuai dengan Undang-undang desa 2014.

Tentang

Desa Kolobolon terletak di kecamatan Lobalain-Kabupaten Rote Ndao, berdiri sejak Tahun 1968 dengan luas wilayah 45.105 ha. Desa ini berbatasan langsung dengan Desa Laut Hindia disebelah selatan, Desa Oematamboli disebelah utara, Desa Daleholu dan Inaoe disebelah Timur dan dibelah barat berbatasan dengan Desa Loleoen.

Jumlah penduduk desa ini sebanyak 1.587 jiwa (Laki-laki : 786 jiwa dan Perempuan : 801 jiwa) terdiri dari 259 Kepala Keluarga. Kepala desa Kolobolon Sekarang adalah Bapak Filmon Mbuik, SH, merupakan kepala desa ke-6 sejak Desa Kolobolon berdiri.

Nama desa Kolobolon sendiri berasal dari bahasa Rote Lole “kola” artinya “berbicara/bermusyawarah” dan “Bolon” artinya ”Semua”, dengan filosofi : “Disini tempat kita bermusyawarah dan bermufakat tentang semua hal”. 93% masyarakat desa ini adalah petani sawah dan lahan kering untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam setahun. Sejak bekerja sama dengan TLM dalam program kebun produktif membudidayakan tanaman Naga, Desa Kolobolon mulai terkenal dengan buah naganya yang manis di kabupaten Rote Ndao.

Proyek Pengadaan Air Kebun

Proyek pengadaan air untuk kebun produktif di Desa Kolobolon memanfaatkan sumber mata air yang terletak di ketinggian dengan jarak sekitar 800 meter dari lokasi kebun. Untuk mengalirkan air dari sumber ke kebun, TLM bersama masyarakat memanfaatkan grafitasi sehingga memudahkan dan menghemat tenaga dalam mengairi tanaman hortikultura di Kebu produktif.

Proyek infrastuktur air tersebut meliputi :

  1. Pipanisasi
  2. Terpal plastik
  3. Tandon Fiber
  4. Bak penampung.

Semua proses instalasi proyek ini melibatkan masyarakat setempat (anggota kebun produktif sebanyak 22 orang). Proyek infrastruktur air ini dapat memenuhi kebutuhan air kebun produktif seluas 0,5ha (50 are).

Kebun Produktif

Yayasan TLM melalui fasilitator desa mengajak masyarakat Kolobolon mengolah lahan tidur seluas 50 acre menjadi kebun produktif sebagai sumber penghasilan tambahan.

Kebun produktif di Desa Kolobolon beranggotakan 12 Kepala Keluarga (22 orang).

Kebun ini mulai diolah sejak Maret 2017 dengan ditanami bawang merah, bawang putih, kacang buncis,, sawi, kangkung dan cabai. Semua jenis tanaman ini di tanam secara organic sehingga sehat untuk dikonsumsi dan bisa dipasarkan.

Pelatihan aparat dan masyarakat tentang membangun desa sesuai dengan UU Desa No 6 Tahun 2014.

Tahun 2014 kebijakan pemerintah untuk membangun bangsa dari desa dan diwujudkan dengan terbitnya UU desa No. 6 tahun 2014.

Desa diberi otonomi untuk mengelola pembangunan desa mulai dari perencanaan sampai dengan pembangunan dan setiap tahun pemerintah mengalokasikan dana desa dari APBN dan alokasi dana desa dari APBD. Pengelolaan dana tersebut diserahkan pada aparat dan masyarakat desa. Yayasan TLM mengambil bagian untuk meningkatkan kapasitas aparat dan masyarakat untuk melaksanakan pembangunan di desa. Program tersebut berupa pelatihan aparat dan masyarakat tentang implementasi UU Desa No 6 Tahun 2014.

Proyek-proyek

Pelatihan aparat dan masyarakat tentang membangun desa sesuai dengan UU Desa No 6 Tahun 2014.

Tahun 2014 kebijakan pemerintah untuk membangun bangsa dari desa dan diwujudkan dengan terbitnya UU desa No. 6 tahun 2014. Desa diberi otonomi untuk mengelola pembangunan desa mulai dari perencanaan sampai dengan pembangunan dan setiap tahun pemerintah mengalokasikan dana desa dari APBN dan alokasi dana desa dari APBD. Pengelolaan dana tersebut diserahkan pada aparat dan masyarakat desa. Yayasan TLM mengambil bagian untuk meningkatkan kapasitas aparat dan masyarakat untuk melaksanakan pembang...

Read More

Pemanfaatan lahan tidur menjadi lahan produktif di desa Kolobolon

Sejak tahun 2014 Yayasan TLM terlibat secara langsung untuk membantu masyarakat desa Kolobon untuk mengembangkan lahan-lahan tidur menjadi lahan yang produktif sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat desa Kolobolon.  Yayasan TLM melalui fasilitator desa yang tinggal, bersama masyarakat desa Kolobolon mulai mengelola lahan tidur seluas 5000 meter persegi untuk menjadi kebun produktif.  Ada sekitar 22 orang (12  Kepala Keluarga) yang terlibat dalam kegiatan ini dan d...

Read More

YTLM – GMIT memberikan Harapan Baru Bagi Warga Miskin di Desa Kolobolon

Harapan baru yang diberikan YTLM adalah memanfaatkan lahan tidur (tidak produktif) menjadi Kebun Produktif sebagai sumber pendapatan warga

Kolobolon merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Rote Tengah, Kabupaten Rote Ndao. Desa Kolobolon berdiri pada tahun 1968. Pada tahun 2018, populasi di Kolobolon berjumlah 1.587 orang yang 80% di antaranya merupakan petani musiman di mana hasil panen mereka bergantung pada debit air di musim hujan. Hal ini membuat hasi...

Read More

Budidaya Tanaman Buah Naga sebagai Salah Satu Solusi Peningkatan Pendapatan Masyarakat Desa Kolobolon

Buah naga dikelompokan kedalam keluarga tanaman kaktus. Meskipun dikenal sebagai buah dari Asia, tanaman ini aslinya berasal dari Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Pada tahun 1870, bangsa Perancis membawa buah naga dari Guyana ke Vietnam sebagai tanaman hias. Karena rasanya manis, buah naga kemudian dikonsumsi secara meluas di Vietnam dan Cina. Di Indonesia, buah naga mulai populer sejak tahun 2000. Tidak jelas benar siapa yang pertama kali mengembangkannya. Diperkirakan buah naga...

Read More

Pengabdian Seorang Sarjana Dalam Mengembangkan Masyarakat Desa

Bersama Yayasan TLM-GMIT membangun bangsa dari desa

Kebun produktif merupakan program pengembangan masyarakat yang telah dijalankan oleh Yayasan Tanaoba Lais Manekat GMIT (YTLM – GMIT) sejak tahun 2014 dalam meningkatkan pendapatan keluarga miskin di desa dengan memanfaatkan lahan tidur.  Program ini bertujuan untuk mengubah lahan tidur atau lahan tidak produktif menjadi produktif sehingga dapat menghasilkan tanaman produktif bernilai ekonomis yang dapat membantu ma...

Read More