Lidamanu

Lidamanu, sebuah desa di Pulau Rote Ndao, menjadi desa binaan TLM sejak tahun 2016 dengan program unggulan : Proyek Air, Kebun Produktif dan Pelatihan Aparat dan Masyarakat tentang membangun desa sesuai dengan Undang-undang desa 2014.

Tentang

Desa Lidamanu terletak di kecamatan Rote Tengah Kabupaten Rote Ndao, berdiri sejak Tahun 1965 dengan luas wilayah 13.04 km2. Desa ini berbatasan langsung dengan Desa Maubesi disebelah selatan, Kelurahan Onatale disebelah utara, Desa Limakoli disebelah Timur dan dibelah barat berbatasan dengan Desa Maubesi dan kelurahan Onatale

Jumlah penduduk desa ini sebanyak 1.554 jiwa (Laki-laki:784 jiwa & Perempuan: 770 jiwa) terdiri dari 468 Kepala Keluarga. Kepala desa Lidamanu Sekarang adalah Bapak Jaspro Paulus Muskananfola, merupakan kepala desa ke-11 sejak Desa Lidamanu berdiri.

Nama desa lidamanu sendiri berasal dari bahasa Rote “Lida artinya Sayap dan Manu artinya Ayam” dengan filosofi “sayap ayam yang melindungi dan mengayomi”. 68% masyarakat desa ini adalah petani sawah sehingga Lidamanu menjadi salah satu lumbung padi di Kabupaten Rote Ndao.

Sekilas Tentang Lidamanu

Proyek Pengadaan Air Kebun Produktif

Letak kebun produktif berada lebih tinggi dari sumber air, untuk mengalirkan air dari sumber ke kebun, digunakan teknologi hydram pump dengan pertimbangan rendahnya biaya operational.

Tahapan pembuatan proyek hydram pump :

  1. Pengukuran jarak antara sumber air dan kebun
  2. Pengukuran elevasi dari sumber air ke kebun
  3. Volume kebutuhan air

Setelah mengetahui ketiga tahapan diatas maka dilakukan proses pengerjaan proywk pompa. Semua proses ini melibatkan masyarakat setempat (anggota kebun produktif sebanyak 32 orang). Proyek hydram ini dapat memenuhi kebutuhan air kebun produktif seluas 1,3 ha.

Kebun Produktif

TLM mengajak masyarakat mengolah lahan tidur menjadi kebun produktif sebagai sumber penghasilan tambahan.

Kebun produktif di Desa Lidamanu dinamai “Sanga Sodak” yang artinya “Cari Hidup” dan beranggotakan 16 Kepala Keluarga.

Kebun ini mulai diolah sejak Februari 2017 dengan ditanami bawang merah, bawang putih, kacang buncis, kacang panjang, sawi, kangkung dan cabai. Semua jenis tanaman ini di tanam secara organic sehingga sehat untuk dikonsumsi dan bisa dipasarkan.

Pelatihan aparat dan masyarakat tentang membangun desa sesuai dengan UU Desa No 6 Tahun 2014.

Tahun 2014 kebijakan pemerintah untuk membangun bangsa dari desa dan diwujudkan dengan terbitnya UU desa No. 6 tahun 2014.

Desa diberi otonomi untuk mengelola pembangunan desa mulai dari perencanaan sampai dengan pembangunan dan setiap tahun pemerintah mengalokasikan dana desa dari APBN dan alokasi dana desa dari APBD. Pengelolaan dana tersebut diserahkan pada aparat dan masyarakat desa. Yayasan TLM mengambil bagian untuk meningkatkan kapasitas aparat dan masyarakat untuk melaksanakan pembangunan di desa.

Program tersebut berupa pelatihan aparat dan masyarakat tentang implementasi UU Desa No 6 Tahun 2014.

Proyek-proyek

Pengadaan Air Kebun Produktif

Letak kebun produktif berada lebih tinggi dari sumber air, untuk mengalirkan air dari sumber ke kebun, digunakan teknologi hydram pump dengan pertimbangan rendahnya biaya operational.
Tahapan pembuatan proyek hydram pump :
1. Pengukuran jarak antara sumber air dan kebun
2. Pengukuran elevasi dari sumber air ke kebun
3. Volume kebutuhan air
Setelah mengetahui ketiga tahapan diatas maka dilakukan proses pengerjaan proyek pompa. Semua proses ini mel...

Read More

Kebun Produktif di desa Lidamanu

Yayasan TLM mengajak masyarakat mengolah lahan tidur menjadi kebun produktif sebagai sumber penghasilan tambahan. Kebun produktif di Desa Lidamanu  dinamai “Sanga Sodak” yang artinya “Cari Hidup” dan beranggotakan 16 Kepala Keluarga. Kebun ini mulai diolah sejak Februari 2017 dengan ditanami bawang merah, bawang putih, kacang buncis, kacang panjang, sawi, kangkung dan cabai. Semua jenis tanaman ini di tanam secara organic sehingga sehat untuk dikonsumsi dan bisa dipasarkan. ...

Read More

Pelatihan UU Desa

Tahun 2014 kebijakan pemerintah untuk membangun bangsa dari desa dan diwujudkan dengan terbitnya UU desa No. 6 tahun 2014.

Desa diberi otonomi untuk mengelola pembangunan desa mulai dari perencanaan sampai dengan pembangunan dan setiap tahun pemerintah mengalokasikan dana desa dari APBN dan alokasi dana desa dari APBD. Pengelolaan dana tersebut diserahkan pada aparat dan masyarakat desa. Yayasan TLM mengambil bagian untuk meningkatkan kapasitas aparat dan masyarakat untuk melaksanakan pemba...

Read More