Ngaru Kanoru

Ngarukanoru, sebuah desa di Kabupaten Sumba telah menjadi salah satu desa binaan TLM sejak Tahun 2014 dengan program-program : Proyek Air, Kebun Produktif dan Pelatihan Aparatur Desa dan Masyarakat tentang membangun desa sesuai dengan Undang-Undang Desa tahun 2014.

Tentang

Desa Ngarukanoru terletak di kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur, berdiri sejak Tahun 2001 dengan luas wilayah 30,80km2. Desa ini berbatasan langsung dengan Desa Hanggaroru disebelah selatan, Desa Umalulu disebelah utara, Desa Tamburi disebelah Timur dan dibelah barat berbatasan dengan Desa Paberi Manera. Jarak desa dari kecamatan melolo adalah 23 Km.

Jumlah penduduk desa ini sebanyak 855 jiwa (Laki-laki: 425 jiwa & Perempuan: 430 jiwa) terdiri dari 157 Kepala Keluarga, yang terbagi dalam 2 dusun, 4 RW & 8 RT. Kepala desa Ngarukanoru Sekarang adalah Bapak Mbulu Hamba Mangili, merupakan kepala desa ke-4 sejak Desa Ngarukanoru berdiri.

Nama desa Ngarukanoru sendiri berasal dari bahasa Sumba Timur “Ngaru artinya Mulut & Kanoru artinya Enau” dengan filosofi “desa yang terletak di lembah dan memiliki gerbang yang terdapat banyak pohon enau”. 99% masyarakat desa ini adalah petani lahan kering, menghasilkan jagung 2 kali setahun sehingga Ngarukanoru menjadi salah satu lumbung pangan lokal di Kabupaten Sumba Timur.

Sekilas Desa Ngarukanoru

Proyek Pengadaan Air Kebun

Letak kebun produktif berada lebih tinggi dari sumber air, untuk mengalirkan air dari sumber ke kebun, digunakan teknologi hydram pump dengan pertimbangan rendahnya biaya operational.

Tahapan pembuatan proyek hydram pump :

  1. Pengukuran jarak antara sumber air dan kebun
  2. Pengukuran elevasi dari sumber air ke kebun
  3. Volume kebutuhan air
  4. Instalasi pompa, pipa dan pembuatan bak penampung.

Setelah mengetahui tahapan-tahapan diatas maka dilakukan proses pengerjaan proyek pompa. Semua proses ini melibatkan masyarakat setempat (anggota kebun produktif sebanyak 12 orang). Proyek hydram ini dapat memenuhi kebutuhan air kebun produktif seluas 0,5 ha. Selain itu juga, Yayasan TLM membantu mengalirkan air di halaman sekolah (SD Katolik) Ngarukanoru untuk kebutuhan MCK Sekolah.

Kebun Produktif

Yayasan TLM mengajak masyarakat mengolah lahan tidur seluas 0,5 Ha menjadi kebun produktif sebagai sumber penghasilan tambahan sekaligus kebun percontohan bagi masyarakat di desa Ngarukanoru.

Kebun produktif di Desa Ngarukanoru dinamai “Mondu Lambi” yang artinya “Lahan Empu/Subur” dan beranggotakan 9 Kepala Keluarga pada awalnya, namun hingga sekarang sisa 5 Kepala Keluarga yang aktif bekerja (10 orang).

Kebun ini mulai diolah sejak Tahun 2015 dengan ditanami bawang merah jenis Tuktuk, bawang putih, kacang buncis, kacang panjang, sawi, kangkung, cabai, terung kol bunga dan brokoli. Selain itu juga kebun ini ditanami dengan tanaman Naga, Pepaya California dan Pisang mas. Semua jenis tanaman ini di tanam secara organic sehingga sehat untuk dikonsumsi dan bisa dipasarkan.

Pelatihan aparat dan masyarakat tentang membangun desa sesuai dengan UU Desa No 6 Tahun 2014.

Tahun 2014 kebijakan pemerintah untuk membangun bangsa dari desa dan diwujudkan dengan terbitnya UU desa No. 6 tahun 2014.

Desa diberi otonomi untuk mengelola pembangunan desa mulai dari perencanaan sampai dengan pembangunan dan setiap tahun pemerintah mengalokasikan dana desa dari APBN dan alokasi dana desa dari APBD. Pengelolaan dana tersebut diserahkan pada aparat dan masyarakat desa. Yayasan TLM mengambil bagian untuk meningkatkan kapasitas aparat dan masyarakat untuk melaksanakan pembangunan di desa. Program tersebut berupa pelatihan aparat dan masyarakat tentang implementasi UU Desa No 6 Tahun 2014.

Proyek-proyek

Kebun Produktif

Yayasan TLM mengajak masyarakat mengolah lahan tidur seluas 0,5 Ha menjadi kebun produktif sebagai sumber penghasilan tambahan sekaligus kebun percontohan bagi masyarakat di desa Ngarukanoru. Kebun produktif di Desa Ngarukanoru dinamai “Mondu Lambi” yang artinya “Lahan Empu/Subur” dan beranggotakan 9 Kepala Keluarga pada awalnya, namun hingga sekarang sisa 5 Kepala Keluarga yang aktif bekerja (10 orang). Kebun ini mulai diolah sejak Tahun 2015 dengan ditanami bawang merah jenis Tuktuk,...

Read More

Proyek Pengadaan Air Kebun Produktif

Letak kebun produktif berada lebih tinggi dari sumber air, untuk mengalirkan air dari sumber ke kebun, digunakan teknologi hydram pump dengan pertimbangan rendahnya biaya operational. Tahapan pembuatan proyek hydram pump;

  1. Pengukuran jarak antara sumber air dan kebun
  2. Pengukuran elevasi dari sumber air ke kebun
  3. Volume kebutuhan air
  4. Instalasi pompa, pipa dan pembuatan bak penampung.
Setelah mengetahui tahapan-tahapan diatas maka dilakuk...

Read More

Pelatihan aparat dan masyarakat tentang membangun desa sesuai dengan UU Desa No 6 Tahun 2014.

Tahun 2014 kebijakan pemerintah untuk membangun bangsa dari desa dan diwujudkan dengan terbitnya UU desa No. 6 tahun 2014.  Desa diberi otonomi untuk mengelola pembangunan desa mulai dari perencanaan sampai dengan pembangunan dan setiap tahun pemerintah mengalokasikan dana desa dari APBN dan alokasi dana desa dari APBD. Pengelolaan dana tersebut diserahkan pada aparat dan masyarakat desa. Yayasan TLM mengambil bagian untuk meningkatkan kapasitas aparat dan masyarakat untuk melaksanakan pembangu...

Read More