Gabriel Mone, Tukang Kayu Yang Antusias Bertani

24 Jul, 2019

Gabriel Mone (45), seorang lelaki tukang kayu yang sangat ulet dan telaten mengubah kayu menjadi perabotan rumah tangga yang berdaya guna sesuai pesanan pelanggannya ataupun untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya.

Selain bergiat sebagai tukang kayu, pada musim tertentu, suami dari Ayurin Mone Muloko ini Bersama keluarga mengolah lahan pesawahan mereka untuk dapat dipanen sebagai bahan makanan keluarga sepanjang tahun.

Namun sawahnya tersebut hanya dapat diolah sekali setahun dengan cara tradisional, memanfaatkan curah hujan sehingga di waktu senggang selama musim panas ia bekerja di mebel kecil di sudut rumah miliknya yang terletak di Dusun Hoiledo, Desa Maubesi kecamatan Rote Tengah, Kabupaten Rote Ndao-NTT.

Menurut keterangan bapak dari lima orang anak ini, pekerjaan serupa sudah dilakoninya selama puluhan tahun sehingga menjadi rutinitasnya setiap hari hingga awal tahun 2019, Yayasan TLM melalui fasilitator desa di Desa Maubesi mulai melirik potensi lahan tidur dan sumber air yang ada dusun Hoiledo untuk di kembangkan menjadi kebun produktif.

Bersama-sama dengan fasilitator pertanian Yayasan TLM, Gabriel beserta 11 keluarga lainnya bersepakat membentuk Kebun Produktif di DusunHoiledo dan diberi nama Kelompok Enge Dale dalam Bahasa Rote yang artinya Dalam suatu Ikatan.

Kelompok ini beranggotakan 12 Orang anggota yang terdiri dari 1 orang laki-laki dan 11 orang Perempuan. Walaupun Gabriel Mone, yang akrab disapa Bapa Gab ini sendiri sebagai laki-laki di antara ke-11 anggota kelompok lainnya, ia begitu antusias dan begitu bersemangat terlibat dalam setiap kegiatan kebun produktif bentukan Yayasan TLM GMIT ini.

Dari pembentukan kelompok, pengolahan lahan, instalasi pompa hydram dan pipanisasi, penanaman, perawatan tanaman hingga penjualan, ia terlihat begitu aktif dan bersemangat.

Antusiasmenya yang begitu besar, bisa dikatakan sebagai motor penggerak kelompok kebun produktif Hoiledo desa Maubesi tersebut sehingga dapat diandalkan dalam kelompok untuk pekerjaan-pekerjaan berat yang tidak dapat dikerjakan oleh anggota kelompok lainnya.

Ia berperan penuh dalam pemasangan pompa Hidram, instalasi perpipaan kebun, pembuatan Tandon penampungan, Bak Ikan, Tandon siram, pembuatan rumah kebun dan konseptor dalam hal penanaman dan kebersihan kebun kelompok.
Hingga kini, meskipun telah masuki musim mengolah sawah, namun Gabriel masih menyempatkan diri agar setiap hari bisa berada di kebun dan mengurus tanaman hortikutura miliknya. (Engky Thine)

Be the first to write a comment.

Your feedback