KONTRIBUSI YAYASAN TLM-GMIT DALAM MEMBANTU PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI NTT

By jerrybrand,

Bisa menguliahkan anak berkat Bantuan Pinjaman Biaya Pendidikan YTLM

Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan sosial di Propinsi Nusa Tenggara Timur.  Menurut Lukcy Karyanto dari Tim Nasional Penanggulangan Kemiskinan, NTT merupakan propinsi termiskin setelah Papua dan Papua Barat.

Salah satu alasan tingginya tingkat kemiskinan di NTT adalah rendahnya sumber daya manusia yang disebabkan oleh rendahnya tingkat pendidikan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy menyebutkan bahwa pendidikan di NTT berada di urutan ke 3 terbawah secara nasional.

Melihat permasalah tersebut, Yayasan TLM-GMIT sebagai lembaga pemberdayaan masyarakat berinisiatif untuk membantu meningkatkan kualitas SDM di NTT dengan mengadakan program bantuan pendidikan berupa pinjaman biaya pendidikan dengan tingkat bunga yang sangat rendah dan pemberian beasiswa.

Proses Pencairan Bantuan Pinjaman Biaya Pendidikan di Kantor YTLM

Program bantuan pinjaman pendidikan YTLM-GMIT telah dimulai sejak tahun 2015 sedangkan program beasiswa di mulai sejak Agustus 2017. Pelaksanaan program ini diawali dengan survey permasalahan dan kebutuhan sesuai dengan kondisi masyarakat di NTT.

Bantuan di berikan kepada orang tua yang anaknya sedang menempuh pendidikan di jenjang SMA dan Perguruan Tinggi karena di jenjang inilah biaya pendidikan membutuhkan banyak biaya sedangkan beasiswa diberikan kepada siswa siswi Yupenkris  tingkat SMA yang memiliki tunggakan pembayaran uang sekolah karena berasal dari keluarga kurang mampu.

Penyerahan Beasiswa YTLM secara simbolis kepada 30 orang anak Yapenkris di SMK Kristen 1 Kupang

 

Penyerahan Secara Simbolis Beasiswa YTLM kepada 30 orang anak Kurang mampu di SMK Kristen 1 Kupang

Christin Malle, staf YTLM yang merealisasikan pinjaman pendidikan menyebutkan, hingga Juni 2018 ini YTLM telah memberi bantuan pinjaman biaya pendidikan kepada 200 orang nasabah sedangkan jumlah siswa yang telah menerima beasiswa adalah 30 orang.   Salah satu nasabah, Ibu Hagar Fallo yang ditemui di rumahnya di Jl. Atuif, Jalur 40, Desa Belo menceritakan bahwa sebelum mengetahui mengenai program ini, ia meminjam uang untuk membiayai kuliah anaknya pada lembaga lain namun itu membuatnya sangat sulit karena bunga pinjaman yang diberikan sangat tinggi. Ibu Hagar juga sudah mencoba mengajukan permohonan pinjaman kepada beberapa lembaga keuangan namun ditolak dengan alasan  Ibu Hagar tidak mungkin bisa mencicil pengembalian pinjaman.

Keluarga Hagar Fallo-Penerima Bantuan Pinjaman Biaya Pendidikan

YTLM memberikan pinjaman dengan bunga yang kecil, saya malah merasa seperti pinjaman tanpa bunga. Setorannya sedikit jadi kami tidak susah untuk melunasi. Saya dan suami mengambil keputusan untuk pinjam di TLM karena dengan bunga yang rendah, kami tidak pernah merasa terbeban untuk melunasi. Pencairan pinjaman pun sangat cepat. Cuma Yayasan TLM yang mempermudah karena itu untuk anak saya yang akan kuliah lagi nanti saya akan tetap pinjam dari  Yayasan TLM karenah saya sudah melihat keberhasilan anak pertama saya dalam kuliah tidak terlepas darin pinjaman pendidikan ini”. Kata Ibu Hagar yang telah menjadi  nasabah pinjaman pendidikan sejan Tahun 2015.

30 Siswa-Siswi SMK Kristen 1 Kupang Menerima Beasiswa Yayasan TLM

By Ona Tasoin,

Yayasan TLM sebagai lembaga pemberdayaan masyarakat sangat peduli dengan masyarakat kecil di NTT yang sering mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya khususnya dalam hal pendidikan anak dimana masyarakat mempunyai keinginan menyekolahkan anak – anak mereka ke jenjang yang lebih tinggi namun terbentur keterbatasan ekonomi sehingga sering terjadi putus sekolah.

Melihat kondisi ini, Yayasan TLM baru-baru ini (Jumat 26 Juli 2017), secara simbolis memberikan beasiswa kepada 30 orang anak dari siswa-siswi SMK Kristen 1 Kupang yang pada umumnya berasal dari keluarga kurang mampu. Semuanya adalah siswa-siswi kelas VIII yang berprestasi di kelasnya dan meraih peringkat kelas mulai dari peringkat 1 s/d  peringkat 10. Memiliki keinginan belajar yang tinggi namun karena keterbatasan ekonomi keluarga, mereka tidak dapat membayar SPP hingga 3 bulan sehingga raport mereka harus ditahan oleh pihak sekolah dan bahkan terancam untuk dikeluarkan dari sekolah (dropped out).

 “ini anak-anak, rata-rata dari kampung, datang tinggal dengan orang, bantu-bantu cuci pakean ko sekolah, tapi rata-rata mereka pintar. Jadi kalau kita mau kasi keluar gara-gara tidak bayar uang sekolah juga kita kasihan” –kata Bapak Modok salah satu guru di SMK Kristen 1 Kupang kepada TLM ketika ditemui di ruang kerjanya.

Yayasan TLM memberikan beasiswa dalam bentuk pembiayaan uang sekolah (SPP) setiap bulan Rp. 250.000,- setiap siswa selama 1 Tahun pelajaran (Rp. 3.000.000,-/orang), langsung ditranfer ke rekening Sekolah dan siswa tidak diberikan uang tunai. Hal ini dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan beasiswa untuk hal-hal yang tidak diinginkan.