Sejarah

Mulai didirikan pada Tahun 1994 bertolak dari gagasan beberapa tokoh gereja untuk meningkatkan perekonomian jemaat Gereja Masehi Injili di Timor, maka Sinode GMIT mendirikan sebuah Yayasan yang bernama Tanaoba Lais Manekat, diambil dari bahasa Timor yang berarti “Melayani Dengan Kasih”, dengan sususan Badan Pengurus pertama sebagai berikut; Bapak Wem Nunuhitu sebagai Ketua, Bapak Marthen Mogila’a sebagai Sekretaris, beranggotakan 4 orang yakni; Bapak Filmon B. Koenunu, Bapak Pdt. Itja Frans, Ibu Suzana Arnoldus-Hermanus dan Ibu Esy Therik.

Menempati gedung milik gereja di jalan Soekarno No 14, LLBK, Kota Kupang.   Yayasan TLM memulai operasionalnya pada bulan Januari Tahun 1995 dipimpin oleh Bapak Rozali Husein dan 1 orang staf yaitu Ibu Semaya Nalle dengan program kerja memberikan modal kepada jemaat untuk mengembangkan usaha mereka. Pada saat itu produk yang dijalankan berupa pinjaman lunak kepada perorangan dan juga kelompok. Selain memberikan pinjaman Yayasan TLM juga memberikan pelatihan-pelatihan kepada nasabah agar dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam menjalankan usahanya.  Yayasan TLM semakin berkembang sehingga dapat merekrut lebih banyak tenaga kerja, juga membuka cabang dibeberapa daerah yang tersebar di Kabupaten-kabupaten yang ada di provinsi Nusa Tenggara Timur.

Dalam perkenanan Tuhan maka yayasan ini semakin berkembang dan pada tanggal 28 January 1996 dibentuk lagi sebuah Koperasi Serba Usaha yang diberi nama KSU Talenta.  Dipimpin oleh Bapak Rozali dengan 2 orang staff yang kini telah berkembang dengan pesat dan mandiri secara secara manajemen.

Pada tahun 2008 dibentuklah sebuah lembaga keuangan berupa Bank Perkreditan Rakyat (BPR) untuk melayani masyarakat umum, diberi nama BPR TLM. Ini juga merupakan tindak lanjut dari regulasi pemerintah yang mengharuskan lembaga-lembaga keuangan resmi untuk menyalurkan uang kepada masyarakat.  BPR TLM mulai operational pada bulan  November 2008 dengan menempati gedung 2 lantai yang terletak di Jalan Ahmad Yani No 43 Oeba Kupang.  Dipimpin oleh Bapak Robert Fanggidae dan saat ini telah berkembang, memiliki 1 Kantor Cabang di Kabupaten Kupang dan 1 Kantor Kas yang beralamat di Naikoten 1 Kota Kupang dengan total nasabah ± 14. 764 orang dan akan terus bertambah.

Kantor Pusat BPR TLM, Kupang

Pada Tahun 2011 Yayasan TLM membentuk sebuah Koperasi Simpan Pinjam yang diber nama KSP TLM untuk mengembangkan jangkauan pelayanan kepada masyarakat yang ada di provinsi NTT di bawah pimpinan dewan manager; Ibu Zesly Pah sebagai manager utama, Bapak Elvys Datty sebagai manager Umum dan Personalia dan Ibu Elen Loa sebagai manager Keuangan. Dalam perkembangannya KSP TLM menjadi Koperasi Nasional sehingga dapat membuka cabang 32 kantor cabang di 3 propinsi, yakni di NTT ada 30 cabang tersebar di Pulau Timor Barat, Sumba, Flores, Alor, Sabu dan Rote. Sedangkan di Sulawesi Tengah (Palu) 1 cabang dan di NTB memiliki 1 cabang di Buleleng-Bali.  KSP TLM semakin berkembang dengan produk unggulan SeSaMa yang melayani masyarakat (khususnya perempuan), memberikan pinjaman dalam kelompok. Hingga kini memiliki total anggota baik peminjam maupun penabung ± 48. 924 orang dan akan terus bertambah.

Kantor Pusat KSP TLM Kupang

Di Tahun 2014 Yayasan TLM membentuk lagi sebuah Koperasi Konsumen yang diberi nama KK TLM untuk melayani kebutuhan pegawai dan anggota masyarakat lainnya yang membutuhkan pinjaman konsumtif.  KK TLM juga mempunyai kegiatan niaga berupa supermarket dan pemeliharaan ternak babi, foto copy dan penjualan ATK. Unit usaha ini dipimpin dan dikelola oleh Ibu Jokebeth Bire sebagai manager. Hingga kini Koperasi Konsumen TLM telah melayani total anggota sebanyak ± 289 orang dan akan terus bertambah.

Kantor Pusat Koperasi Konsumen TLM, Kupang

Semua unit usaha ini membagikan keuntungannya dalam bentuk dividen kepada Yayasan TLM untuk membiayai operasional yayasan dan pelayanan sosialnya di bidang pertanian, air bersih, advokasi desa, pelatihan masyarakat, pelatihan klien, pendidikan dan pendampingan disabilitas.