• +62 (0380) 843115
  • info@tlmfoundation.or.id

Enonabuasa Village

YTLM mengadakan Diskusi Desa dengan warga desa Enonabuasa Kecamatan Noebeba, TTS.  Jumlah yang hadir saat  itu sebanyak 45 orang termasuk Aparat desa, kader posyandu dan masyarakat.  Berdasarkan hasil diskusi terdapat 3 masalah utama yang dipilih peserta yaitu kurangnya air bersih, tingginya anak putus sekolah dan persoalan ekonomi. Sedangkan masalah lainnya yaitu tingkat kesehatan yang buruk, kurangnya ketrampilan/SDM yang rendah dan tidak ada jaringan pemasaran.

Untuk merespon ketiga masalah utama ini YTLM membentuk motivator desa. Fasilitator memfasilitasi masyarakat dalam memilih motivator berdasarkan kriteria yang diinginkan oleh masyarakat dalam menentukan kualitas seorang motivator. Setelah motivator dipilih, motivator dilatih oleh tim pelatih/fasilitator TLM diantaranya materi penekanan pada masyarakat/komunitas, bagaimana mengidentifikasi kebutuhan dan sumber daya, penekanan pada peran motivator, penekanan pada program Pengembangan Masyarakat, penekanan pada perencanaan dan penekanan pada kegiatan motivator untuk proyek mereka (air minum atau hortikultura).

Pelatihan dilakukan 3 jam per hari, 2 hari per minggu selama 3 minggu. Setelah dilatih, motivator kemudian merancang sebuah proyek  skala kecil untuk mereka sesuai dengan kebutuhan dan sumber daya yang mereka miliki. Keberhasilan Proyek ini telah menjadi salah satu indicator kesuksesan motivator untuk dapat diteladani oleh kader dan anggota masyarakat di sekitar mereka.

Maka, terbentuklah kelompok “Hetfen” beranggotakan 6 perempuan ingin melakukan kegiatan hortikultura. Lahan seluas 30 Are dibersihkan dan disulap menjadi kebun sayur organik dengan memanfaatkan empang yang tidak jauh dari lokasi kebun.

Hampir dua tahun sudah kelompok melaksanakan kegiatan kebun sayur organik. Penyiraman dilakukan dengan cara memikul air dari empang ke kebun setiap pagi dan sore. Kekonsistenan kelompok dalam melakukan kegiatan ini telah membawa keuntungan bagi diri mereka sendiri. Tanaman sayur organik yang mereka tanam diantaranya tomat, pitsai, sawi, kangkung, paria berhasil dipanen dengan kualitas yang sangat baik dan penjualannya pun sangat baik.

Dengan adanya kegiatan ini, Kepala Desa Enonabuasa mulai merasakan bahwa usaha budidaya pertanian merupakan satu solusi untuk mendapatkan perubahan hidup yang lebih baik. Kepala Desa juga turut terlibat secara aktif bersama dengan kelompok dalam kegiatan kebun sayur organik ini. Tahun ini YTLM memberikan bantuan pompa air dan fiber 2200L kepada kelompok sebagai bentuk apresiasi atas kerjasama dan pencapaian yang telah ditunjukkan oleh kelompok. Dengan adanya bantuan pompa air, kini anggota kelompok tidak lagi memikul air pagi dan sore untuk menyiram semua tanaman. Mereka sangat bersukacita karena beban memikul air kini sudah tergantikan dengan adanya mesin pompa air. Pekerjaan mereka semakin mudah dan efektif, serta semakin termotivasi untuk menanam lebih banyak jenis tanaman hortikultura.