• +62 (0380) 843115
  • tlmfoundation@ytlm.org

Kiubaat Vilage

Kegiatan pemberdayaan masyarakat YTLM bermula di desa Kiubaat, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) sejak April 2015. Desa ini merupakan desa terbaik yang terpilih dari sekian banyak desa-desa di Kecamatan Amanuban Selatan yang telah disurvei oleh fasilitator TLM selama 3 bulan (Januari – Maret 2015).

Fasilitator YTLM mulai menetap di desa Kiubaat satu tahun setelahnya untuk mulai membina hubungan dengan anggota komunitas di Kiubaat. Serangkaian pertemuan – yang kami sebut Diskusi Desa – dilaksanakan dengan metode PRA (Participatory Rural Appraisal). Hasilnya adalah masyarakat Kiubaat mampu mengidentifikasi masalah-masalah yang menghambat mereka keluar dari kemiskinan sekaligus mampu mengetahui serta menilai potensi-potensi yang mereka miliki sebagai salah satu sumber daya lokal yang akan membantu mereka dalam menyelesaikan salah satu dari masalah-masalah tersebut.

Salah satu masalah yang mereka hadapi adalah situasi ekonomi keluarga yang tidak memadai akibat kurangnya mata pencaharian di desa mereka. Mereka – kebanyakan adalah petani tradisional yang hanya mengandalkan musim hujan ±4 bulan antara Desember-Maret – lebih memprioritaskan menanam jagung dan padi untuk kebutuhan pokok selama setahun. Setelah itu mereka akan bekerja dengan cara serabutan (mengambil pekerjaan apapun) untuk mendapatkan penghasilan.

Karena itu, peran fasilitator YTLM sangat penting dalam mendampingi komunitas di Kiubaat, agar bagaimana komunitas tersebut dapat memahami bahwa tersedia beberapa potensi yang dapat dikembangkan sebagai mata pencaharian yang baru yaitu tersedianya lahar tidur (lahan yang sudah bertahun-tahun tidak dikelola) serta sumber air yang dapat dimaksimalkan penggunaannya seperti air kali yang mengalir terus menerus sepanjang tahun.

Maka lahirlah ide dari komunitas itu sendiri untuk membuat kebun yang sifatnya ekonomi (panen tidak putus). Sebelum melakukannya fasilitator YTLM memfasilitasi pelatihan pertanian seperti cara membuat pupuk organik, cara menanam & merawat tanaman tahunan, rotasi tanaman untuk jenis tanaman semusim (hortikultura) dan pelatihan pengembangan diri seperti tata cara berkelompok, membuat perencanaan kegiatan, membuat pembukuan kelompok, tanggungjawab, kepedulian terhadap sesama, dll.

Pada bulan Juni 2015, kelompok yang beranggotakan 7 KK memulai aktivitas pembersihan lahan tidur seluas 40 Are untuk dibuat kebun produktif. Didampingi secara intensif oleh fasilitator, kelompok mulai menanam tanaman tahunan yaitu buah naga, pisang mas dan pepaya dengan sistim budidaya lorong. Di sela-sela lorong tanaman tahunan, kelompok menanam tanaman semusim yang sudah beberapa kali dipanen, diantaranya bawang merah, cabai rawit, sayur-sayuran (sawi, kangkung, bayam), paria, kacang panjang, ketimun, semangka, terung dan tomat. Anggota kelompok sendiri telah mendapatkan penghasilan dari menjual tanaman semusim ini sebanyak Rp 6,763,500. Setiap keluarga (dari total 7 KK anggota kelompok) setidaknya telah memperoleh tambahan penghasilan hampir Rp 1 juta dari hasil tanaman semusim sekaligus setiap keluarga di desa Kiubaat telah memperoleh akses terhadap kebutuhan nutrisi yaitu tersedianya berbagai macam jenis sayuran di desa mereka.

Awalnya kelompok menggunakan pompa air untuk mengairi kebun hingga April 2016 yang lalu, YTLM berhasil membuat teknologi hydram pump dan perpipaan di lokasi sumber air kali Oeupun dengan melibatkan seluruh anggota komunitas pengguna air di Dusun Oeupun Desa Kiubaat. Dengan adanya pompa hidram, maka kini kelompok kebun produktif tidak lagi menggunakan pompa air dan harus membeli bensin. Biaya operasional kelompok lebih hemat dan diharapkan kegiatan akan berdampak jangka panjang.

Di samping itu, beberapa anggota komunitas di Dusun Oeupun mulai termotivasi menanam sayur-sayuran di sekitar rumah mereka dengan memanfaatkan air yang ada di dam hidram, dimana sebelumnya mereka tidak melakukannya.

Setelah satu tahun kegiatan kebun produktif (Juni 2015 – Juni 2016) ini berjalan, nama desa Kiubaat semakin terkenal di sekitar Kecamatan Amanuban Selatan. Kegiatan ini telah menginspirasi warga desa lainnya untuk melakukan hal yang sama di desa mereka yaitu membuat kebun produktif. Pada akhir Juli 2016 yang lalu, desa Nekmese di Kecamatan Amarasi Selatan, Kupang tertarik untuk melihat kebun produktif desa Kiubaat. Maka Kepala Desa beserta aparat pemerintah desa dan komunitas yang akan melakukan kebun produktif, berkunjung ke Dusun Oeupun, Desa Kiubaat untuk melihat langsung lokasi kebun dan hidram serta berbincang-bincang dengan anggota kelompok di sana. Hasil dari kunjungan ini adalah desa Nekmese berkomitmen ingin mengadopsi kegiatan kebun produktif desa Kiubaat ke desa Nekmese. Hingga saat ini fasilitator YTLM masih mendampingi komunitas di desa Nekmese dalam merumuskan perencanaan dan anggaran untuk membuat kebun produktif terwujud di desa mereka.

Tabel Potensi Desa Kiubaat, TTS

Data Nilai
Luas Lahan 1200
Lahan Produktif 100 Ha
Jumlah Penduduk 10 Ha
Jumlah Penduduk yang dilayani TLM 1 Ha