Dukung Pemerintah Atasi Stunting, Yayasan TLM Gelar Pengukuhan dan Pelatihan Kader Desa Sehat dan Tangguh Bencana

14 Jun, 2023

Yayasan TLM menggelar pengukuhan dan pelatihan kader desa sehat sejahtera dan tangguh bencana. 

Kegiatan yang berlangsung di Desa Benlutu, Kecamatan Batu Putih, Rabu 3 Mei 2023 ini dilaksanakan untuk memerangi kasus stunting yang masih menjadi pokok perhatian serius di wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Direktur Eksekutif Yayasan TLM (Tanaoba Lais Manekat) GMIT, Rozali pada kesempatan ini menuturkan, kerja sama antara yayasan TLM dan desa Benlutu selama 3 tahun ke depan akan difokuskan pada pencegahan stunting dan penanggulangan bencana.

“Kami memang sejak beberapa tahun sudah berada di sini dengan program pengembangan ekonomi, pemeliharaan ternak babi, kebun Produktifdan juga perbaikan air. Namun untuk 3 tahun ke depan kita fokus untuk masalah yang sementara ada. Di NTT angka stunting sangat banyak. Kita di TTS jumlah stunting terbanyak. Penanggulangan bencana juga menjadi perhatian kita,” jelasnya.

Terkait pencegahan angka stunting dikatakan Rozali, pihaknya akan membentuk kader.

“Kemudian kita berikan pendidikan kepada ibu-ibu muda dan ibu-ibu hamil serta remaja perempuan karena 1000 hari pertama usia kelahiran itu sangat-sangat penting. Waktu bayi masih di dalam perut juga penting untuk mendapatkan perhatian,” ungkapnya. 

“Setiap ibu hamil harus minum vitamin dan tablet tambah darah. Karena itu kepada calon ibu dan remaja putri kita beri sosialisasi,” imbuhnya.

Tak hanya bagi ibu hamil dan remaja putri, dikatakan Rozali, pihaknya turut memberikan pelatihan bagi lansia.

“Kita beri pelatihan juga bagi kelompok lansia. Bulan depan kita pilih 5 orang kader teknis dan kita latih untuk menambah kader-kader yang sudah ada. Semakin banyak orang yang tahu tentang kesehatan akan lebih baik,” ujarnya.

Dia menyebut, NTT juga merupakan wilayah rawan bencana, sehingga pihaknya memberikan pelatihan bagi kader-kader terkait penanganan bencana.

“Selama 3 tahun ini yayasan TLM akan bekerja bersama pemdes untuk memperhatikan dua pokok persoalan tersebut,” tuturnya.

Terkait program yang ada disampaikan Rozali, sebagian dana berasal dari Mr. Clinton, LSM Amons Aid Australia.

“Semoga program ini bermanfaat bagi kita semua. Hari ini khusus cek kesehatan dan cek darah bagi ibu hamil. Juga ada paket bantuan bagi ibu hamil,” pungkasnya.

Sementara, Kepala divisi transformasi yayasan TLM, Ferdi Frans menjelaskan, untuk melancarkan dua fokus tersebut, pihaknya memiliki strategi tersendiri.

“Strategi kita adalah dengan membentuk kader-kader untuk mensuport kader-kader yang sudah ada di desa. Kader-kader ini yang akan bekerja lebih banyak dengan masyarakat. Oleh karena itu, yayasan TLM memberikan suport dengan memberikan pelatihan kepada kader,” jelasnya.

“Untuk stunting, kita memiliki beberapa program. Pertama, pengelolaan dapur sehat keluarga. Terkait hal ini, ibu rumah tangga diharapkan mengelola lahan untuk menanam tanaman produktif yang bisa dikonsumsi sehari-hari,” katanya.

“Selanjutnya, kita juga akan melatih warga satu RT dalam program Swarga (suami warga siaga) sehingga nantinya mereka tahu tindakan apa yang perlu mereka lakukan selama masa kehamilan ibu, misalkan pemeriksaan kesehatan secara berkala dan tindakan lainnya,” tambahnya.

Ferdi menyampaikan, pihaknya juga mendorong agar regulasi-regulasi desa turut memperhatikan pencegahan stunting. 

“Kita mendorong agar regulasi-regulasi desa turut memperhatikan pencegahan stunting. Lalu APB-Desa juga mulai memikirkan ke arah program-program kesehatan masyarakat,” tuturnya.

Terkait penanggulangan bencana, dikatakan Ferdi, pihaknya akan memetakan terlebih dahulu wilayah rawan bencana.

“Untuk penanggulangan bencana, kita memiliki kegiatan maping wilayah rawan bencana agar diketahui oleh pemdes. Kita akan melatih mereka (kader) secara teknis mulai dari P3K, pelatihan pembuatan rambu bencana, simulasi kebencanaan, reboisasi dan pengelolaan sampah,” ujarnya.

“Kegiatan-kegiatan itu dilaksanakan selama 3 tahun terhitung sejak tahun ini hingga 2025 nanti. Kita sudah melakukan MoU dengan Pemdes,” tambahnya. 

Disampaikan, untuk pelaksanaan kegiatan yang dimaksud, yayasan TLM akan menempatkan 3 orang staf di desa. 

Dia menyampaikan, kegiatan yang sama akan dilaksanakan di Desa Oebobo pada Kamis, 4 Mei 2023. 

“Di sana kita akan fokus pada kegiatan yang sifatnya kebencanaan. Besok ada pelatihan tim kelola bencana, yang berkaitan dengan P3K. Dalam hal ini ketika ada yang luka apa yang harus mereka lakukan dan kegiatan-kegiatan sejenis. Kita memilih desa Oebobo sebagai desa fokus bencana karena desa ini termasuk wilayah rawan bencana,” paparnya.

Kades Benlutu, Obet Fallo, S.Sos dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada yayasan TLM yang turut memberi perhatian kepada desa Benlutu.

“Kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada pimpinan yayasan TLM Kupang, yang memiliki besar perhatian bagi masyarakat desa Benlutu,” ungkapnya.

Dia menjelaskan kerja sama antara yayasan TLM dan desa Benlutu sudah lama terjalin.

“Yayasan TLM ini dengan masyarakat desa Benlutu bukan baru hari ini. Yayasan TLM telah menjadi pendamping desa Benlutu sejak tahun 2018. Tahun 2018 yayasan TLM sudah ada di desa Benlutu kecamatan Batu Putih. Sekarang sudah masuk juga ke desa Oebobo. Bagi desa Benlutu, Yayasan TLM turut memdamping dalam banyak hal di antaranya ekonomi masyarakat, Bumdes dan hari ini di bidang kesehatan,” paparnya.

“Kita berterima kasih juga karena hari ini dilakukan pemeriksaan kesehatan bagi ibu hamil. Untuk intervensi dalam penanganan stunting kami juga sampaikan terima kasih,” katanya.

“Tahun 2020 angka stunting di desa kita terbesar di kecamatan Batu Putih. Dari jumlah 47 anak stunting, di tahun 2023 kemarin sudah menurun menjadi 18 orang. Dengan bantuan TLM dan juga intervensi dana desa kita berharap agar kita desa Benlutu bisa keluar dari persoalan stunting ini. Oleh karenanya kita semua harus sama-sama bergerak,” ungkapnya. 


Terpisah, Alfrida Nastion usai mengikuti pemeriksaan kesehatan pada kesempatan ini mengapresiasi kegiatan yang ada.

“Dengan adanya bantuan dari TLM ini kami sangat terbantu. Kami mendapat bantuan susu, telur dan juga obat bagi ibu hamil. Kami menilai kegiatan ini positif. Saya juga diperiksakan tensi dan tinggi badan,” terang wanita dengan usia kehamilan 7 bulan ini.

“Saran dari tim medis agar saya sebagai ibu hamil tetap rajin memeriksakan diri. Hal itu agar mencegah anak stunting,” katanya.

“Terima kasih kepada yayasan TLM dan Pemdes. Pada umumnya kegiatan ini sangat baik untuk kami ibu hamil dan para lansia,” pungkasnya.

Be the first to write a comment.

Your feedback