Loading...

Kefnoni: Ikatan Kekeluargaan, Kreativitas dan Semangat untuk hidup Kelompok Tenun Sehati yang lebih baik

12 Maret 2025

Kelompok Tenun Sehati desa Noibila dibentuk pada tahun 2018 dengan 20 orang anggota yang yang terdiri dari pemuda dan orang tua. Kelompok ini dipimpin oleh Martha Sanam. Kelompok Tenun Sehati memproduksi tenunan daerah Mollo Selatan dan memiliki hak paten terhadap beberapa motif tenun Mollo Selatan.

foto5

Sekalipun telah memiliki hak paten, kelompok Tenun Sehati hanya memproduksi tenunan jika mendapat pesanan. Hal ini mendorong kelompok untuk memikirkan alternatif lain yang dapat meningkatkan produksi tenun.

Yayasan TLM yang sebelumnya telah bekerja sama dengan desa Noinbila dengan Pemberdayaan Kelompok Tani melalui Budidaya Jagung Industri menawarkan program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa melalui kegiatan Pelatihan Modifikasi Tenun. Tawaran kegiatan ini disambut baik oleh ketua kelompok ibu Martha Sanam.

Pelatihan Modifikasi Tenun berupa pembuatan aksesoris dari bahan tenunan dilaksanakan pada hari Selasa dan Rabu, 13-14 Agustus 2024 di Rumah Tenun Sehati, desa Noinbila. Pelatih dalam kegiatan ini adalah Ibu Nita Liwulangi dan Bapak Yesaya Yalla, pemilik toko EnsiKei, toko aksesoris modifikasi tenunan di Kota Kupang.

foto5

Selama dua hari, anggota menerima materi Pembuatan Aksesoris berupa anting, kalung dan gelang berbahan dasar kain perca tenun dan materi Manajemen Pemasaran meliputi pengemasan produk, penentuan harga pokok berdasarkan bahan, pelabelan dan strategi pemasaran.

Ibu Martha Sanam mewakili kelompok Tenun Sehati mengapresiasi kegiatan yang mendukung peningkatan ekonomi para anggotanya.

“Sebelum pelatihan, saya benar-benar buta (tidak tahu cara membuat aksesoris_red), kami lihat orang pakai bagus dan saya tanya aksesoris apa itu, bagaimana cara buatnya. Tapi setelah pelatihan ini, sekarang uang Rp.10 ribu tiap hari masuk. Banyak yang minta buat dari benang alam. Jadi saya ajar anak saya dengan suami juga ikut buat, biar bisa penuhi permintaan.”

foto5

Ibu Martha berterima kasihnya kepada Yayasan TLM yang telah memfasilitasi kegiatan yang sangat mereka minati ini.

“Yayasan TLM bantu kami tanpa pamrih, kami mau berterima kasih dan kami hanya bisa berdoa semoga pelayanan Yayasan TLM semakin meluas pelayanannya dan tersebar ke desa lain.” ungkapnya.

Anggota kelompok juga semakin kreatif. Mereka menggunakan berbagai bahan yang ada di sekitar untuk dimodifikasi seperti tali simpi untuk gelang, menambahkan benang sisa tenun untuk anting, dan membuat aneka pola untuk kalung.

Yayasan TLM juga memfasilitasi anggota kelompok dengan paket inkind dalam bentuk bahan dan alat produksi seperti; rak display aksesoris, tang, gunting, tali kalung, kawat-kawat anting dan lainnya yang memungkinkan kelompok untuk produksi secara rutin untuk hasilnya dapat dipasarkan, baik di rumah masing-masing secara online maupun dipajang di Rumah Tenun Sehati beserta hasil tenunan mereka.

Kelompok bersepakat untuk menggunakan nama Kefnoni sebagai identitas produk aksesoris yang mereka produksi. Nama ini merupakan nama ikatan keluarga yang menghubungkan keluarga dari seluruh anggota kelompok. Melalui nama ini anggota berharap karya dan usaha semakin maju dan dikenal oleh banyak orang. Hal ini memberi makna baru bagi Kefnoni, bukan hanya sebagai suatu ikatan keluarga, namun juga simbol semangat dan kreativitas para anggota untuk terus mengembangkan kualitas hidup mereka.

foto1 foto4