Terinspirasi dari tetangganya yang merupakan salah satu penerima manfaat program Dapur Sehat di desa Alila Timur, Siti Masita Ismael (25) memutuskan untuk membuka kebun sayuran di pekarangan rumahnya.
Mama Siti Masita tinggal bersama suaminya, Ali Randihalo (28) dan anak perempuannya Kania (6) di desa Alila Timur, kabupaten Alor yang merupakan salah satu desa dampingan Yayasan TLM. Salah satu program yang diimplementasikan di desa ini adalah program Pencegahan Stunting dengan cara mendekatkan sumber nutrisi keluarga melalui Dapur Sehat, terutama bagi ibu hamil.
Tinggal jauh dari kota Kalabahi, Siti dan keluarganya kesulitan mengakses sayuran. Sayuran di desanya hanya tersedia jika ada penjual sayur dari Kalabahi yang datang dan itu pun sangat jarang.
Sekalipun sayuran tidak selalu tersedia di desanya, Siti heran melihat tetangganya yang selalu punya sayur untuk dikonsumsi serta diolah menjadi jajanan yang dijual di sekolahan. Siti kemudian diinformasikan oleh tetangganya yang adalah penerima manfaat program Dapur Sehat bahwa ia (tetangga) mendapatkan pelatihan pertanian serta bantuan bibit sayur dari Yayasan TLM. Siti kemudian memberanikan dirinya untuk menanyakan pada staf apakah dia juga bisa mendapat bantuan yang sama.
Siti kemudian menerima bantuan berbagai jenis bibit sayuran yang kini telah tumbuh subur di pekarangan rumahnya. Bayam, kangkung, terong, sawi, cabe, tomat dan pare kini tersedia di kebun kecil belakang rumahnya. Siti senang karena kini keluarganya bisa konsumsi sayur hampir setiap hari. Siti juga memanfaatkan hasil kebunnya untuk dijual kepada tetangganya agar bisa mendatangkan penghasilan yang walaupun masih sedikit bisa ia gunakan untuk keperluan rumah tangganya.
“Niat awal saya mau tanam sayur karena tetangga saya, saya terinspirasi dari terangga. Saya pikir kalo saya tanam sayur di halaman rumah memudahkan saya untuk mau masak sayur tinggal ambil di halaman rumah, tidak perlu pergi sampai kota, saya kan tinggal jauh dari kota, saya tidak perlu keluarkan biaya lagi,”