Garis pantai yang rapuh di wilayah RT 12, desa Lawahing mendapat perhatian serius dari masyarakat setempat. Abrasi yang terus menggerus daratan pesisir mengancam permukiman penduduk di sekitar wilayah tersebut. Untuk mengatasi permasalahan ini, TKB (Tim Kelola Bencana) desa Lawahing dan warga RT 12 mengambil suatu langkah nyata dengan menanam pohon bakau di area yang rentan terhadap abrasi.
Merespon inisiasi penanaman bakau oleh TKB dan warga, Yayasan TLM menyediakan bantuan 100 anakan rhizipora mucronata atau bakau hitam. Jenis bakau hitam dipilih karena memiliki akar kokoh yang mampu mencegah abrasi, menyerap karbon serta bisa menjadi tempat berkembang biak bagi ikan dan udang. Jenis bakau ini sangat tepat untuk menjaga kelestarian ekosistem pesisir.
Yayasan TLM dan Pemerintah desa Lawahing telah bekerja sama sejak 2022 melalui beberapa program pemberdayaan YTLM, salah satunya Pengurangan Resiko Bencana dan Strategi Keberlanjutan Lingkungan Hidup.
Sebagai informasi, program Pengurangan Bencana dan Strategi Keberlanjutan Lingkungan Hidup diimplementasikan di 4 desa mitra YTLM di kecamatan Kabola kabupaten Alor. Kegiatan yang dilakukan disesuaikan dengan kebutuhan setiap desa mitra. YTLM dan Pemerintah Desa juga membentuk Tim Kelola Bencana (TKB) yang anggotanya merupakan perwakilan dari beberapa elemen masyarakat seperti aparat desa, kelompok pemuda, kelompok tani dll.Kegiatan Penanaman 100 bakau dilakukan oleh TKB bersama dengan warga RT 12.
TKB sesuai dengan SK yang diterbitkan oleh kepala desa bertugas untuk menjalankan fungsi fasilitasi penyelenggaraan, pendampingan, pendataan, pemetaan, pemantauan, evaluasi dan pelaporan kegiatan terkait Pengurangan Resiko Bencana dan Strategi Keberlanjutan Lingkungan Hidup.
Pemerintah Desa Lawahing dan YTLM mengapresiasi inisiatif TKB dan warga yang menyadari potensi kerusakan alam dan mengambil tindakan untuk melindungi lingkungan mereka dari kerusakan tersebut. Semoga langkah positif ini dapat menginspirasi desa-desa lainnya untuk lebih memperhatikan lingkungan hidup sekitar.