Natalia Sedia adalah seorang istri dan ibu dari 2 orang anak di desa Likwatang, kabupaten Alor. Natalia lahir di kabupaten Manggarai pada 24 Desember 1989 dan kini berumur 33 tahun.
Sebagai seorang ibu rumah
tangga, Natalia yang akrab disapa Nelti harus bekerja membantu
suaminya menghidupi kedua anak mereka karena gaji suaminya sebagai
seorang ketua RT tidak cukup untuk membiayai hidup sehari-hari serta
biaya sekolah anak pertamanya. Nelti dan suami menanam padi,
sayuran, jagung dan ubi untuk dikonsumsi sehari-hari Sedangkan untuk
biaya sekolah anak pertama dan kebutuhan lainnya Nelti dan suami
mengumpulkan pasir dari pantai Likwatang untuk dijual. Mereka harus
mengumpulkan pasir selama seminggu untuk mendapatkan 1 rit pasir
yang dihargai dengan Rp. 500.000, namun penjualan pasir tidak selalu
lancar. Kadang pasir tidak terjual sama sekali dalam sebulan, bahkan
lebih. Hal ini membuat membuat Nelti dan suami harus memikirkan
alternatif lain untuk mendapatkan penghasilan tambahan
Pada Februari 2022, Nelti bergabung sebagai anggota kelompok ke wirausahaan yang dibentuk oleh Yayasan TLM di desa Likwatang. Yayasan TLM melalui program kewirausahaan memberikan pelatihan tenun ikat bagi bagi anggota kelompok wirausahaan termasuk Nelti.
Selama 5 hari, Netli belajar cara menenun secara extensive. Selain pelatihan menenun, Nelti dan anggota kelompok lainnya dilengkapi dengan bantuan alat dan bahan seperti gedogan, benang, pisau, tali raffia dll untuk produksi pertama mereka.
Nelti yang sebelumnya tidak bisa menenun sama sekali mulai menekuni
tenun dengan telaten sehingga bisa menjadi salah satu penenun yang
dikenal di desa Likwatang. Dalam sebulan, Nelti menerima pesanan
tenun, baik selendang maupun sarung sebanyak 4 lembar. Kini dalam
sebulan Nelti bisa mendapat ± Rp. 500.000 secara konsisten. Nelti
mengaku senang karena sebelumnya dia hanya bergantung pada penjualan
pasir yang tidak tetap sehingga ada waktu di mana Ia tidak memiliki
penghasilan sama sekali namun sekarang melalui usaha tenunnya, ia
memiliki penghasilan setiap bulan.
Kemampuan menenun Nelti diketahui oleh Kepala Sekolah SMA Negri 1 Likwatang sehingga Nelti diminta untuk menjadi tutor menenun bagi siswa/I di sekolah tersebut. Pada Februari 2023 Nelti telah melatih 34 siswa cara menenun dan Ia merasa bangga karena bisa membagi ilmunya kepada generasi muda.
“Saya tidak pernah membayangkan kalau saya bisa melatih orang cara menenun. Dulunya saya tidak bisa menenun sama sekali. Saya dulu sering bingung harus mengambil uang dari mana saat pasir tidak laku tapi sekarang saya punya ketrampilan menenun yang bisa menghasilkan uang. Bukan hanya uang, saya juga merasa dihargai saat diminta menjadi tutor bagi siswa SMA, saya senang melihan anak-anak tertarik untuk belajar tenun”.