Loading...

Memberdayakan sesama perempuan melalui perannya sebagai Kader Desa Sehat

Sept, 05 2024

Sejak tahun 2022, Yakoreni Snae Ndolu (42) yang akrab disapa Mama Reni tergabung dalam tim Kader Desa Sehat (KDS) yang terbentuk atas kerja sama Yayasan TLM dan Pemerintah Desa Helebeik.

foto5

KDS dibentuk untuk membantu pelayanan program Kesehatan Ibu dan anak di desa-desa dampingan YTLM. 2 tahun setelah menjadi anggota kader, Mama Reni yang terkenal aktif dan perhatian dengan sesamanya dipilih menjadi ketua tim KDS. Mama Reni dipilih oleh anggota KDS karena dinilai sebagai contoh yang baik bagi kelompok perempuan terutama ibu-ibu di desa Helebeik.

Mama Reni dilihat sebagai sosok yang menjalankan perannya sebagai seorang istri dan ibu yang baik bagi 5 orang anaknya.

Mama Reni dengan tekun menjalankan tugasnya sebagai bagian dari Tim KDS. Mama Reni selalu mengingatkan para ibu hamil mengenai jadwal posyandu, mengunjungi ibu hamil yang membutuhkan bantuan, membantu staf YTLM mendistribusikan bantuan bibit dan anakan tanaman bagi ibu-ibu hamil hingga membagikan sayuran yang dipanen dari kebun “dapur sehat” bagi yang membutuhkan.

“saya pikir untuk menjadi pemimpin itu harus bisa memberi contoh yang baik dulu. Kalau kita belum menunjukkan yang baik bagaimana orang lain mau dengar kalo kita omong?” "

foto5

“Itulah kenapa waktu menerima bantuan bibit sayur saya rajin sekali untuk tanam dan rawat. Saya mau hasilnya baik jadi kalau orang liat mereka ada niat untuk ikut tanam juga. Kemarin hasil panen saya cukup banyak, saya bahkan bagi-bagi sayur ke saudara dan tetangga.”

Mama Reni juga mengisahkan bagaimana pelatihan-pelatihan terkait kesehatan ibu dan anak yang pernah diikuti bisa membuat dia mampu menepis kepercayaan-kepercayaan masyarakat terhadap kondisi kesehatan tertentu.

“baru-baru keponakan saya yang hamil kejang-kejang, keluarga pikir dia kerasukan. Saya bilang itu tensinya tinggi, kita bawa saja ke rumah sakit. Mereka tidak mau, mereka mau panggil “orang pintar” untuk berdoa. Saya bersikeras itu bukan karena kerasukan. Kita sampai berkelahi dan saya tetap bersikeras itu karena tensinya tinggi, akhirnya mereka mau untuk bawa dia ke rumah sakit. Dia (Keponakan) sudah melahirkan, anaknya sehat. Untung kita cepat tangani.”

Reni bersyukur untuk ilmu-ilmu yang Ia dapat dari pelatihan-pelatihan terkait kesehatan Ibu hamil dan anak yang diikutinya. Ia menyampaikan bahwa menjadi kader desa sehat merupakan peran yang sangat berarti untuknya.

foto5

“Dulu saya pernah jadi kader posyandu, saya suka waktu saya ikut memperhatikan mama-mama dan anak-anak di desa. Masak PMT untuk mereka, ukur tinggi dan timbang berat mereka jadi waktu jadi kader desa sehat saya juga senang karena bisa bantu-bantu mereka lewat hal-hal sederhana begini. Apa yang saya dapat dari pelatihan di posyandu dan dari TLM saya terapkan untuk anak-anak saya, saya senang lihat mereka sehat-sehat. Saya mau kalau mama-mama di Helebeik sini juga buat hal yang sama. Sebisanya saya mau jadi contoh untuk mama-mama yang lain,”

Reni adalah contoh seorang perempuan, lebih khususnya seorang mama yang memberdayakan sesama perempuan melalui bentuk kepedulian sederhana. Reni memanfaatkan perannya sebagai seorang kader desa sehat untuk mendukung mama-mama di desa Helebeik dalam peningkatan kesadaran akan tanggung jawab seorang ibu terhadap anak mereka.