Loading...

Dari "Kaktus" ini saya sekolahkan anak-anak saya ke perguruan tinggi

01 Maret 2024

Ephania Mbuik (54) seorang ibu rumah tangga menikah dengan Absalom Mennoh dan dikaruniai empat orang anak, tiga laki-laki dan satu perempuan.

foto5

Bersama keluarganya, Ephania tinggal di Desa Kolobolon, kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Sebelum bergabung dengan Program Kebun Produktif Yayasan TLM, sehari-hari Ephania membantu suaminya untuk mengolah sawah mereka dan dari hasil panen tahunan tersebut, mereka menjual beras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Namun selain panen hanya setahun sekali, terkadang sawah mereka mengalami gagal panen. Ephania kemudian memutuskan untuk mengikuti program kebun produktif TLM.

foto5

Ephania bersyukur karena sudah lebih dari delapan tahun mengikuti program kebun produktif Yayasan TLM, bersama anggota kelompok kebun lainnya, ia mendapat banyak pelajaran melalui pelatihan dan pendampingan cara menanam berbagai macam sayuran, kacang-kacangan, bawang merah, mentimun dan khususnya buah naga.

Dari berkebun, Ephania kini mampu menghasilkan pendapatan lebih dari 20 juta rupiah dari penjualan buah naga dalam satu musim panen (Desember hingga Mei). Ephania dapat membantu suaminya, Absalom untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka, memperbesar bisnis kios kecil mereka dan terlebih lagi mereka berhasil mengirim ketiga anak laki-laki mereka ke universitas terbaik di Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Selain itu, sejak Ephania menanam sayuran sendiri, dia bisa menghemat uang karena dia tidak perlu membeli sayuran seperti dulu. Ephania juga tidak perlu bekerja di sawah orang lain sebagai buruh untuk mendapatkan uang tambahan karena sudah memiliki sumber pendapatan tetap di desa tersebut.

Dia berterima kasih kepada Yayasan TLM yang telah memberikan kesempatan ini bagi orang-orang seperti dia untuk hidup mandiri di desa.

foto5

"Saya sangat berterima kasih kepada Yayasan TLM yang telah memperkenalkan "Tanaman Kaktus" (Buah Naga) ini kepada kami. Pada tahun pertama dan kedua kami menanam 65 pohon buah naga di kebun dan pada tahun keempat kami memperluas menjadi 2 ribu pohon buah naga dan sekarang dalam satu musim, kami masing-masing (28 anggota) kami dapat menghasilkan pendapatan lebih dari 10 juta rupiah. Saya sendiri bisa mendapatkan lebih dari 20 juta rupiah dalam satu musim. Puji Tuhan, dari "kaktus" ini saya dapat mengirim anak-anak saya ke jenjang pendidikan tinggi dengan biaya sekolah yang cukup mahal, dengan biaya lebih dari lima juta rupiah per semester. Saya dan suami tidak pernah membayangkan bahwa kami dapat memberikan pendidikan yang baik kepada anak-anak kami. Tuhan itu baik." Ujar Ephania.

foto1