Penanaman jagung industri di kecamatan Kabola merupakan inisiatif dari Yayasan Tanaoba Lais Manekat GMIT (YTLM GMIT) untuk meningkatkan kesejahtraan masyarakat desa dengan memanfaatkan potensi lahan tidur yang ada di desa.
Kopidil merupakan salah satu dari 4 desa dampingan YTLM GMIT di kecamatan Kabola, kabupaten Alor, di mana salah satu program dampingannya adalah Peningkatan Ekonomi masyarakat rentan sehingga sejak November 2022 YTLM bekerja sama dengan Pemerintah kabupaten ALor melalui Dinas Pertanian untuk memilih 4 lokasi Kecamatan Kabola untuk implementasi program tersebut.
Di Desa Kopidil sendiri telah memanfaatkan lahan seluar 2,5 hektar di Kopidil untuk menanam jagung industri. Penanaman jagung ini melibatkan 150 orang petani di Kopidil.
Penanaman jagung juga dilakukan di 2 desa dan 1 kelurahan dampingan YTLM lainnya yaitu desa Lawahing dan Pante Deere serta di kelurahan Kabola. Estimasi hasil hasil penen dari 4 lokasi ini mencapai 36 ton jagung pada musim ini.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kab. Alor, Bapak Yustus Dopong Abora saat membuka cara panen raya tersebut; “kita perkirakan setelah kita panen hasil jagung dari 4 lokasi kebun kita pastikan bisa mencapai 36 ton jagung, tentu melalui proses pengeringan yang baik sesuai standar industry” Kata Abora.
Lebih lanjut, Pak Kadis juga mengapresiasi Yayasan TLM yang telah menginisiasi serta melakukan pendampingan terhadap program tersebut sejak awal.
“Atas Nama Pemeritah Kab. Alor dan Masyarakat desa mengapresiasi apa yang telah TLM lakukan. Kami juga menyampaikan terima kasih untuk Yayasan TLM karena membuat kami sadar bahwa tidak ada yang terlalu susah untuk dunia pertanian. Selama ini masyarakat hanya menanam jagung untuk dikonsumsi sehingga tidak terjadi peningkatan pendapatan dari hasil panen jagung. Sekarang Yayasan TLM sudah menjadi sahabat kami untuk memajukan dunia pertanian sehingga saya optimis jika program ini terus berlanjut dan bahkan dikembangkan di lokasi lain maka masyarakat desa pun akan lebih maju,” Tutur Yustus.
Hal yang sama disampaikan Kepala Balai Penyuluhan Pertanian, BPP – Kec. Kabola, Nehemia Aleng di sela-sela kegiatan panen raya tersebut. Sebagai Penyuluh ia berharap Langkah awal Kerjasama ini terus berlanjut demi kesejahteraan petani di Alor.
Pada acara panen raya, perwakilan YTLM, Martintje Djungu, kepala divisi Umum Yayasan TLM bersama 2 orang staf YTLM lainnya mendampingi para petani melakukan panen raya. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan pada masyarakat agar tidak usah khawatir akan hasil panen yang menumpuk karena YTLM berkomitmen untuk membeli seluruh hasil panen jagung di 4 lokasi ini dan kemudian akan diolah menjadi pakan ternak.
“Kami sangat senang bisa melihat hasil panen yang begitu baik. Tentu ini semua karena kerja keras para petani dalam menanam dan merawat tanaman jagung ini yang menghasilkan panen cukup baik tahun ini. Untuk itu bapak ibu tidak usah khawatir nanti hasil panen yang melimpah ini mau di jual kemana, karena Yayasan TLM sudah berkomitmen untuk membeli semua hasil panen jagung yang ada. Kebetulan kita butuh jagung untuk pengolahan pakan ternak”. Ungkap Martintje pada saat acara panen raya tersebut. Martintje juga berharap, ini bukan kali terakhir panen tetapi menjadi penyemangat bagi petani sehingga ada panen-panen raya lain yang lebih besar dan lebih banyak pada musim mendatang.