Dalam rangka meningkatkan kapasitas Kelompok Usaha Pemuda Peternak Ayam Petelur di 11 desa dampingan Yayasan TLM (YTLM) yang terbentuk pada tahun 2024, diselenggarakan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Manajemen Budidaya Ayam Petelur bagi Pemuda Desa. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 18 September 2025 di Gedung Kebaktian Jemaat GMIT Lahmaneat, Lakat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).
Sebanyak 11 kelompok usaha pemuda ini terbentuk melalui program kerja sama antara YTLM dan Yayasan Plan International Indonesia (YPII). Program ini berinisiatif menyediakan lapangan kerja bagi pemuda desa untuk mendukung peningkatan ekonomi lokal sekaligus berkontribusi pada ketersediaan sumber gizi masyarakat. Kesebelas kelompok tersebut tersebar di delapan desa di TTS, yaitu Oenai, Enonapi, Oeekam, Oenlasi, Nekmese, Bileon, Naileu, dan Niki-niki Un. Masing-masing kelompok mengirimkan perwakilan sehingga total peserta pelatihan berjumlah 22 orang.
Pelatihan ini menghadirkan beberapa narasumber, antara lain drh. Atta Nawa, drh. Telni Nenabu, Defrid Banu selaku Manajer Unit Usaha Ayam Petelur YTLM, serta Bidan Versi Talak dari Klinik Umemanekan Nonohonis. Para peserta mendapat materi tentang manajemen budidaya ayam petelur dan pemasaran telur, mulai dari cara sederhana menghitung harga jual yang kompetitif hingga strategi penjualan di pasar. Tak hanya itu, peserta juga mengikuti sesi tambahan tentang kesehatan reproduksi remaja yang dibawakan oleh Bidan Versi Talak, menyoroti meningkatnya kasus penularan penyakit seksual di Kabupaten TTS.
Pelatihan dilaksanakan dengan metode ceramah dan diskusi. Para peserta tampak antusias dengan berbagai pertanyaan yang diajukan, baik mengenai tantangan teknis sebagai peternak ayam petelur maupun seputar pemasaran hasil ternak.
Risky Boemau, anggota Kelompok Alam Jaya Desa Oenai, mengungkapkan: “Pelatihan ini mengingatkan saya kembali bagaimana manajemen ayam petelur yang baik, sehingga saya bisa mengubah kebiasaan-kebiasaan yang salah yang sering kami lakukan.”
Sementara itu, Tomas Manu, Ketua Kelompok Adika Desa Enonapi, mengatakan: “Dari perhitungan sederhana yang diajarkan, kami bisa tahu dengan pasti harga pokok produksi. Jadi, kami tidak rugi dan bisa bersaing dengan harga pasar.”
Dengan bekal ilmu yang diperoleh, para pemuda peserta pelatihan optimis dapat mengelola usaha ayam petelur dengan lebih baik dan memberi manfaat nyata bagi keluarga serta masyarakat di desa mereka.