Yohana Jublina Faot; Terlibat Program Desa Sehat Yayasan TLM, Menjadi pintu berkat bagi saya dan keluarga

30 Agustus 2024

Yohana Jublina Faot(40), seorang ibu rumah tangga yang kesehariannya menjadi pedagang sayur, menikah dengan Nikodemus Na’u (43) seorang wiraswasta pada 17 tahun yang lalu dan kini mereka di karuniai 3 orang anak yakni; Bela (16) Siswi SMK, Deden (13) siswa SD, Margit (8) Siswi SD. Sehari-hari ia dan suaminya mengolah sawah milik keluarganya untuk kebutuhan makan sehari-hari sedangkan untuk kebutuhan sekolah dan lainnya suaminya harus bekerja serabutan, terkadang berjualan di pasar, buruh bangunan hingga jadi pekerja harian.

foto5

Ia menyadari bahwa semakin hari anak-anak mereka semakin bertumbuh dan kebutuhan sekolah mereka juga semakin naik. Yohana yang akrab disapa Mama Yo ini mengungkapkan rasa syukurnya dimana pada tahun 2023 ia di perkenalkan dengan Yayasan TLM oleh pemerintah desa Oebobo, desa dimana Mama Yo dan keluarga berdomisili melalui program kerjasama Yayasan TLM dan Pemerintah desa Oebobo untuk program Desa Sehat, Sejahtera dan tangguh bencana.

Oleh Pemerintah desa Mama Yo dipilih menjadi salah satu dari 11 orang Kader Desa Sehat (KDS), dimana team ini di latih oleh TLM untuk menjadi volunteer lokal di desa dalam menjalankan program kesehatan (pencegahan stunting), dengan tugas pokok mengurusi rumah semai yang menyediakan anakan tanaman hortikultura bagi para keluarga ibu hamil untuk membuat dapur sehat di sekitar halaman rumah masing-masing yang menjadi sumber nutrisi bagi ibu hamil/ ibu dan anak di desa Oebobo.

foto5

Ketika di tanyai tentang perannya sebagai KDS, Yohana mengaku sangat senang bisa bergabung dalam program Yayasan TLM ini karena selain mengasah kemampuannya dalam bertani sayuran, ia juga bisa melayani masyarakat dan menjadi berkat bagi orang lain.

“Pak, saya sangat senang karena selama ini saya hanya tanam sayur musiman saja karena terbatas modal untuk beli bibit, tapi setelah difasilitasi YTLM melalui rumah semai, saya dilatih tentang pembibitan yang baik dan benar, mengasah ketrampilan saya dalam bertani sayuran sehingga saya dapat menjual anakan tanaman, sisanya saya tanam sendiri di lahan pekarangan rumah sehingga sejak urus rumah semai ini pendapatan saya yang awalnya kadang ada kadang tidak, sekarang selalu ada tiap bulan, jadi setelah saya hitung-hitung bisa mencapai 800 ribu sampai 1 juta rupiah.” Jelas Mama Yo. Lebih lanjut ia menjelaskan, dari pendapatannya itu, ia bisa membeli keperluan rumah tangganya tanpa harus menunggu pemberian suaminya.

“Saya sudah bisa keperluan dalam rumah, kebutuhan anak-anak sekolah, karena anak saya yang pertama sekolah di SMK tata busana yang membutuhkan banyak biaya untuk praktek jadi dari hasil usaha rumah semai ini bisa menolong saya dan suami membiayai anak-anak kami, baik keperluan sekolah maupun uang jajan mereka.” Imbuhnya.

foto5

Yohana juga mengisahkan bagaimana masyarakat penerima manfaat (baik ibu hamil maupun ibu dengan balita) mengapresiasi semangaatnya dalam melayani mereka dimana Yohana selalu setia menemani fasilitator TLM untuk melakukan kunjungan-kunjungan bagi ibu hamil, bayi dan balita penerima manfaat program Yayasan TLM.

“Pak, Mereka bilang, untung ada mama Yo jadi kita bisa diperhatikan dengan bantuan-bantuan seperti ini (Program PMB Ibu hamil, PMB anak dan balita, PMB sekolah serta program K3 bagi ibu hamil_red), jadi sejak saya terlibat program Yayasan TLM, saya pribadi merasa diberkati sekali. Selain itu juga saya menjadi saluran berkat bagi orang lain di desa saya.” Kata mama Yo sambil berlinang air mata. Ia pun mengucapkan terimakasih kepada Yayasan TLM dan para Donatur yang sudah melibatkannya dalam program yang baik ini sehingga usaha rumah semai ini bisa berdampak bagi desa Oebobo khususnya keluarganya sendiri.