Pada tanggal 20 November 2024, Kepala Desa dan Perangkat Desa Oebobo, TTS melakukan kunjungan dan study banding di Peternakan Babi Tunfeu milik Yayasan TLM. Rombongan disambut dan bertemu dengan pengelola peternakan Tunfeu, Yossy K dan drh. Yudi Nubatonis sebagai konsultan peternakan.
Dalam kunjungan tersebut YTLM mengajak rombongan untuk melihat langsung keadaan ternak dan kandang di lokasi peternakan babi. Mereka melihat secara langsung 2 jenis peternakan YTLM sesuai peruntukannya, yang pertama Penggemukan Babi, yaitu pemeliharaan babi dari usia anakan (1,5 bulan) sampai usia panen (5-6 bulan). Yang kedua adalah Pembibitan, yaitu pemeliharaan babi betina sebagai indukan yang dikawinkan dengan pejantan untuk menghasilakn anak babi.
Kepada rombongan drh. Yudi menerangkan tentang cara-cara pemeliharaan ternak, baik untuk penggemukan maupun untuk pembibitan, juga dijelaskan tentang jenis dan ukuran kandang yang tepat untuk peternakan.
Rombongan juga berkesempatan untuk bertanya menyangkut teknik pemeliharaan ternak babi, ada juga yang bertanya penyakit apa saja yang biasa menyerang ternak dan bagaimana menanganinya serta sistem pemasaran hasil produksi.
Setelah melihat kandang dan berdiskusi, rombongan melanjutkan pembicaraan mengenai kelanjutan dari kunjungan dan study lapangan. Yayasan TLM setuju bahwa pihak desa Oebobo akan mengutus 2 orang untuk belajar dan tinggal di peternakan Tunfeu selama beberapa bulan, salah satunya adalah Yohan Sae, seorang pemuda asli dari desa Oebobo, lulusan fakultas peternakan Universitas Nusa Cendana, Kupang yang sekarang bekerja sebagai fasilitator peternakan di desa Oebobo.
Kepala desa Oebobo, Ibrahim Selan berkata, “ saya sangat senang dan berterima kasih atas kesempatan berkunjung dan bisa secara langsung belajar di peternakan babi Tunfeu, saya berharap melalui kunjungan ini, kami dapat membawa perubahan secara ekonomi untuk masyarakat desa Oebobo di masa akan datang.
Pemerintah Desa Oebobo sudah bekerjasama dengan Yayasan TLM lebih dari 3 tahun, namun baru sekarang saya berkesempatan bisa melihat secara langsung peternakan Tunfeu. Saya bersyukur dan berterima kasih karena bisa belajar dan mendapatkan inspirasi untuk mengembangkan ekonomi masyarakat di desa Oebobo”