Yehezkiel No'e dan Yuniarni Liunokas, pasangan suami istri dengan dua anak dari Desa Oebobo, Kecamatan Batu Putih, TTS, sehari-hari berjuang sebagai petani. Meski tidak memiliki lahan sendiri, mereka tetap tekun bekerja dengan menggarap sawah milik orang lain. Dari sebagian kecil lahan yang diizinkan, mereka menanam sayur untuk dijual demi mencukupi kebutuhan hidup keluarga.
Kesempatan baru datang pada awal Maret. Melalui kerja sama dengan YTLM, Gereja Efata Tubunain membuka kebun gereja sebagai sarana pemberdayaan jemaat petani. Yehezkiel dan Yuniarni termasuk yang pertama memanfaatkannya. Mereka mendapat pendampingan langsung dari staf yang mengajarkan teknik berkebun mulai dari pengolahan tanah, penanaman, perawatan hingga panen.
Kini, Yehezkiel dan Yuniarni menanam berbagai jenis sayuran, bukan hanya satu macam. Setiap minggu mereka bisa menjual hasil panen dengan pendapatan rata-rata Rp. 300.000 - 400.000. Bagi mereka, ini adalah hal baru yang membahagiakan karena hampir setiap minggu ada penghasilan.
Pendapatan rutin ini menjadi hal baru yang membahagiakan bagi mereka. Jika sebelumnya penghasilan hanya ada pada musim panen sawah, kini hampir setiap minggu mereka bisa merasakan hasil kerja keras. Uang yang diperoleh digunakan untuk kebutuhan harian seperti makan minun, listri dll serta ditabung untuk perbaikan rumah dan pendidikan anak-anak.
Semangat mereka terus tumbuh. Selain menggarap kebun gereja, pasangan ini berencana membuka kebun di pekarangan rumah agar hasilnya semakin banyak.
“Saya lihat hasil yang sekarang ini jujur saya senang sekali, setiap munggu ada pemasukan dan buat saya ini memuaskan karena masih bisa ditabung. Saya dan suami jadi berpikir untuk buka kebun lagi di pekarangan rumah biar kami bisa tanam lebih banyak sayuran. Saya pengen coba tanam borokoli, kol, kentang, karena jarang ada di desa Oebobo. Kalau kita rajin bertanam, hasilnya baik, hidup juga ikut baik,” ujar Yuniarni sambil tersenyum.
Kisah Yehezkiel dan Yuniarni adalah cermin bahwa kesempatan sederhana dapat mengubah kehidupan. Dari kebun gereja, mereka bukan hanya menanam sayur, tetapi juga menumbuhkan harapan, kemandirian, dan masa depan yang lebih baik bagi keluarga.